Finance


Finance is about fine decision.

Prolog

Indonesia merupakan negara kaya sumberdaya, tetapi mengapa masyarakatnya banyak yang lebih miskin daripada negara lain yang miskin sumberdaya? Jawaban klise: mutu sumberdaya manusia. Benarkah? Jika ya, mengapa banyak “manusia bermutu tinggi” tidak sedikit yang kalah makmur dibanding yang bermutu biasa-biasa saja?

Renungkanlah jawaban, bahwa kemakmuran dipengaruhi oleh MUTU KEPUTUSAN KEUANGAN.  Keputusan-keputusan keuanganlah yang menentukan tingkat kemakmuran seseorang, atau suatu lembaga, atau suatu negara. Keputusan keuangan yang baik akan membawa kemakmuran, keputusan keuangan yang buruk akan mengakibatkan kemiskinan. 

Esensi Keuangan

Keuangan (finance) adalah kajian (study of) atau ilmu (science) yang berusaha mengungkapkan (to discover) penciptaan, pendanaan dan pengelolaan kekayaan ekonomis oleh satuan-satuan rumah-tangga, perusahaan, pemerintahan, atau organisasi lainnya.  Aspek keuangan yang dikaji boleh jadi menyangkut sistem, proses, perangkat, ataupun distribusi hasilnya. Keputusan-keputusan penggunaan, pemerolehan dan pengelolaan harta benda penting karena memiliki dampak (menaikkan atau menurunkan) nilai ekonomis atau keuangan dari kekayaan yang dikelola.  Fokus kajian keuangan adalah membahas bagaimana masyarakat berupaya memaksimumkan nilai kekayaan ekonomis yang dikelola.

Secara garis besar, keuangan dipilah dalam tiga kategori besar, yaitu keuangan rumah-tangga (personal finance), keuangan perusahaan (corporate finance) dan keuangan negara (public finance).   Prinsip dasar ketiganya sama, namun prakteknya berbeda karena karakteristik, kompleksitas dan kedalaman kajiannya tidak sama. Kajian tentang keuangan dapat diambil dari banyak sudut pandang, tergantung pada bidang atau bidang keuangan mana yang ingin dipelajari. Ekonomi keuangan (financial economics) lazimnya dianggap sebagai pilar dasar ilmu keuangan, di mana faktor makro dan mikro ekonomi yang memengaruhi keputusan keuangan dan hasilnya di tingkat virtual dipelajari. Sebaliknya, studi tentang perilaku keuangan (behavioral finance) bertujuan untuk lebih memelajari sisi “manusia” dalam keuangan, karena oleh banyak pihak ilmu keuangan dianggap terlalu matematis. Dalam hal ini, kajian tentang keuangan lebih sarat nuansa seni daripada ilmu pengetahuannya.

Tujuan Manajemen Keuangan

Kajian keuangan mencakup tiga dimensi utama, yaitu penggunaan (investment), pemerolehan (financing) dan pengelolaanya (management). Tujuannya adalah memaksimumkan nilai ekonomis dari harta-benda yang dikelolanya itu. Tujuan memaksimumkan nilai ekonomis ini lebih luas pengertiannya daripada memaksimumkan laba sebagaimana sering diasumsikan dalam ilmu ekonomi.

Proses keuangan dapat digambarkan sebagai aliran dana dari sumbernya (modal dan atau utang) menuju penggunaannya (investasi dalam aset) untuk selama periode tertentu menghasilkan pendapatan atau laba yang merupakan selisih antara pemasukan dari biaya dan beban yang menyertainya.  Pendapatan atau laba merupakan tambahan nilai yang akan menaikkan nilai ekonomis kekayaan yang dikelola tersebut.

Mengapa konsep tujuan memaksimumkan laba tidak memadai dalam keuangan?  Memaksimumkan laba dalam praktek akuntansi yang lebih rinci akan menjadi upaya memperoleh pemasukan sebesar-besarnya dengan menggunakan biaya dan beban sekecil-kecilnya. Ada dimensi waktu yang diabaikan dalam proses pembentukan laba tersebut, yakni dalam jangka pendek periode yang dibutuhkan untuk proses memperoleh pendapatan itu, serta dalam jangka panjang cakrawala pemaksimuman nilai kekayaan ekonomis itu sendiri. Pendapatan niscaya diperoleh dalam periode tertentu, misalnya bulanan, triwulanan, atau tahunan. Dalam ilmu ekonomi sendiri sudah dipahami bahwa memaksimumkan laba dalam jangka pendek secara terus-menerus sekalipun tidak serta-merta memaksimumkan laba dalam jangka panjang. Dalam pengabaian dimensi waktu tersebut, terabaikan pula risiko yang dapat menyebabkan kerugian di masa yang akan datang serta beban yang diperlukan untuk menghilangkan risiko kerugian tersebut.

Sumber dan penggunaan dana lazim dibukukan dalam laporan dua segmen yang disebut neraca (yang dibahas dalam sub-bab di bawah). Segmen kanan mengikhtisarkan sumber (dari mana) dana diperoleh, apakah modal sendiri atau dengan ditambah utang. Segmen kiri mengikhtisarkan penggunaan (untuk apa) dana yang diperoleh digunakan. Pendapatan lazim dibukukan terpisah

dalam laporan satu segmen yang disebut laporan pendapatan atau laporan laba rugi (yang juga akan dibahas di sub-bsb di bawah). Neraca menggambarkan posisi keuangan (atau sumber dan penggunaan dana) pada suatu titik awal waktu (neraca awal), dan posisi pada suatu titik waktu akhir (neraca akhir) setelah mengalami perubahan-perubahan yang direkam selama periode tertentu yang disepakati dan diikhtisarkan dalam laporan laba-rugi yang menggambarkan kondisi keuangan selama satu periode tersebut. Nilai tambah neto yang diperoleh selama periode laba-rugi, pada neraca kahir akan ditambahkan sebagai laba tidak-dibagi  yang merupakan sumber dana internal perusahaan dan dibukukan sebagai bagian dari modal (atau ekuitas) perusahaan.

Nilai Uang atas Waktu (Time Value of Money)

Proses keuangan yang realisasinya membutuhkan waktu, menghadapi risiko, serta menyerap biaya dan beban untuk menghilangkan risiko tersebut, berimplikasi munculnya konsep nilai uang atas waktu (time value of money).  Sebagai contoh, suatu rumah tangga, perusahaan, atau pemerintah yang memiliki tabungan atau harta benda yang penggunaan atau konsumsinya masih dalam waktu yang akan datang, dituntut untuk memutar hartanya tersebut agar tidak mengendap atau membeku dan merugikan perekonomian. Dengan mempertimbangkan risiko, waktu dan tujuan keuangan masa depan dari tyabungannya tersebut, masyarakat dapat memilih cara berinvestasi yang sesuai.  Jika tujuan keuangan dari tabungannya masih jauh, dapatlah dipilih investasi jangka panjang, dan bila tujuan keuangan dari tabungannya sudah dekat, dapatlah dipilih investasi jangka pendek.  Untuk membenamkan tabungannya dalam jangka waktu panjang, mengingat akumulasi risiko dan biaya dan beban untuk menghilangkannya dalam jangka panjang lebih besar, maka wajarlah bila penanam investasi tersebut mensyaratkan tingkat imbalan lebih besar sebagai kompensasinya bila dibandingkan dengan yang berinvestasi dalam jangka pendek. Demikian pula lembaga keuangan, atau khususnya bank yang menjadi perantara (atau makelar) keuangan, yang mentransformasi investasi dana masyarakat dalam bentuk giro, tabungan dan deposito yang berjangka pendek, menjadi kredit yang berjangka panjang, maka wajar bank mensyaratkan tingkat imbalan sesuai waktu, risiko, biaya dan beban yang ditanggungnya.  Konsep nilai uang atas waktu yang kemudian berkembang menjadi unsur esensial dalam penilaian keuangan sebagai tingkat imbalan yang disyaratkan, tidaklah berhubungan dengan penundaan pembayaran kredit dalam perdagangan yang transaksinya gagal bayar atau pun karena transaksinya mengguinakan uang kertas yang tidak lagi memiliki kolateral aset real berupa emas. Konsep nilai uang atas waktu sebagai tingkat imbalan yang disyaratkan semata merupakan harga atas risiko karena transaksi melalui proses antar-waktu.

Konsep nilai uang atas waktu diformulasi atas gagasan bahwa harta-benda yang dinilai dalam nilai uang nominal yang sama pada saat yang akan datang, bernilai lebih kecil bila dinilai dengan nominal uang yang sama pada saat ini. Penyebabnya adalah kapasitas produktifnya yang boleh jadi menurun serta risiko yang timbul bersama berkepanjangannya waktu. Setiap rupiah nilai uang sekarang dari harta benda tabungan yang diinvestasikan untuk dikembalikan pada waktu yang akan datang mempersyaratkan tingkat imbalan tertentu yang akan menyamakan nilai nominalnya yang akan datang dengan nilai tunainya sekarang.  Sebaliknya, untuk menilai suatu nilai uang nominal yang akan datang dapat digunakan tingkat imbalan yang dipersyaratkan tersebut sebagai pemotong nilai atau diskonto terhadap nilai nominal yang akan datang tersebut agar nilainya setara dengan nilai nominalnya sekarang. Penerapan konsep nilai uang atas waktu tersebut adalah penilaian keuangan menggunakan metoda “nilai diskonto ” yang akan memotong nilai uang yang akan datang menjadi setara nilai uang sekarang, atau “nilai kompoun” untuk mengestimasi nilai di masa yang akan datang yang sama dengan nilai tunainya sekarang.

Read more: http://www.investopedia.com/terms/t/timevalueofmoney.asp # ixzz1zRoeBYUs

 

Laporan Keuangan

Laporan keuangan (financial statements) adalah catatan yang menguraikan kegiatan suatu perusahaan, perorangan atau organisasi lain dari sudut pandang keuangan.  Laporan keuangan menyajikan informasi dalam bentuk nilai uang dari perusahaan atau organisasi yang bersangkutan secara ringkas dan dengan jelas, baik untuk ditujukan pada organisasi itu sendiri (internal) maupun pihak lain (eksternal). Secara formal, laporan keuangan adalah  pernyataan akuntansi tentang posisi dan kondisi keuangan perusahaan.  Sesuai tujuannya, laporan keuangan dapat berupa laporan keuangan baku (berdasar standar akuntansi keuangan), laporan keuangan perpajakan (berdasar akuntansi perpajakan) atau laporan keuangan internal (berdasar akuntansi manajemen). Laporan keuangan biasanya meliputi: neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas, serta laporan lain yang diperlukan, misalnya laporan perubahan modal.

Laporan keuangan lazim diaudit oleh auditor internal, akuntan independen, atau instansi pemerintah untuk memastikan akurasi laporan, pendanaan dan investasi, atau kesesuaian pembayaran pajak yang dilakukan.  Merupakan praktek baku bagi perusahaan untuk menyajikan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan (SAK) atau prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally accepted accounting principles, GAAP) untuk menjaga kontinuitas informasi dan penyajian lintas batas internasional. Laporan keuangan merupakan bagian integral untuk memastikan akuntansi yang akurat dan jujur untuk perusahaan maupun perorangan.

Read more: http://www.investopedia.com/terms/f/financial-statements.asp # ixzz1zNfYFaCV

Neraca

Neraca (balance sheet) adalah suatu laporan keuangan yang merangkum aset, kewajiban dan ekuitas perusahaan pada suatu waktu tertentu. Tiga bagian dalam neraca ini membentuk keseimbangan dan  memberikan investor gambaran mengenai apa yang dimiliki dan menjadi kewajiban perusahaan, serta jumlah yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Neraca harus mengikuti rumus atau persamaan:  [Aktiva = Kewajiban + Ekuitas]

Laporan ini disebut neraca karena kedua sisi persamaan harus seimbang [1].  Perusahaan harus membayar untuk semua yang dimiliki (aset) dengan daya yang berasal dari pemegang saham (ekuitas), atau pun diperoleh dengan berutang (kewajiban).

Masing-masing dari tiga bagian dari neraca memiliki banyak account di dalamnya dan membukukan nilai masing-masing. Account seperti kas, persediaan dan harta berada di sisi aset dalam neraca, sedangkan di sisi kewajiban ada rekening seperti rekening hutang atau hutang jangka panjang. Akun-akun yang sebenarnya di neraca akan berbeda sesuai perusahaan dan sesuai industri masing-masing, karena tidak ada satu set template yang akurat untuk mengakomodasi perbedaan antara berbagai jenis bisnis.

Read more: http://www.investopedia.com/terms/b/balancesheet.asp # ixzz1zNimdRKp

Read more: http://www.investopedia.com/terms/b/balancesheet.asp # ixzz1zNh7RZyY

Laporan Laba-Rugi

Laporan pendapatan (income statements) adalah laporan keuangan yang mengikhtisarkan penerimaan dan biaya perusahaan selama periode akuntansi tertentu, baik dalam aktivitas operasional maupun non-operasional. Laporan pada akhirnya menunjukkan laba (atau rugi) selama periode akuntansi tertentu, biasanya selama kuartal fiskal atau tahun.  Juga dikenal sebagai “laporan laba rugi” atau “pernyataan pendapatan dan belanja”.

Read more: http://www.investopedia.com/terms/i/incomestatement.asp # ixzz1zNnv8SqH

Laporan laba rugi adalah salah satu dari tiga laporan keuangan utama. Dua lainnya adalah neraca dan laporan arus kas. Laporan laba rugi dibagi menjadi dua bagian: bagian operasi dan non-operasional.  Bagian dari laporan laba rugi yang berhubungan dengan item operasi menarik baik bagi investor maupun analis karena bagian ini mengungkapkan informasi tentang pendapatan dan beban yang merupakan akibat langsung dari operasi bisnis. Sebagai contoh, jika sebuah bisnis menciptakan peralatan olahraga, maka operasi item bagian akan berbicara tentang pendapatan dan beban yang terlibat dengan produksi peralatan olahraga.

Bagian item non-operasional mengungkapkan informasi pendapatan dan biaya tentang kegiatan yang tidak terkait langsung dengan operasi rutin perusahaan. Sebagai contoh, jika perusahaan peralatan olahraga menjual pabrik dan beberapa peralatan pabrik lama, maka informasi ini akan berada di bagian item non-operasional.

Read more: http://www.investopedia.com/terms/i/incomestatement.asp # ixzz1zNpjsdH6

Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas (Cash Flow Statements) adalah satu laporan keuangan triwulanan yang setiap perusahaan publik wajib laporkan kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan masyarakat. Dokumen ini menyediakan data agregat tentang arus kas masuk perusahaan baik dari sumber penerimaan operasional  dan investasi eksternal, maupun arus kas keluar untuk membayar kegiatan bisnis dan investasi selama kuartal yang bersangkutan.

Read more: http://www.investopedia.com/terms/c/cashflowstatement.asp # ixzz1zNqldB3d

Perusahaan publik cenderung menggunakan akuntansi akrual, sehingga laporan pendapatan yang dikeluarkan setiap kuartal belum tentu mencerminkan perubahan dalam posisi kas mereka. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan memperoleh kontrak besar, kontrak ini akan diakui sebagai penerimaan (dan karena itu menjadi pendapatan), tetapi perusahaan mungkin belum benar-benar menerima uang tunai dari kontrak sampai waktu kemudian. Sementara perusahaan secara akuntansi dapat memperoleh keuntungan (dan akibatnya membayar pajak penghasilan), perusahaan pada kuartal tersebut bisa saja mengalami kekurangan uang kas dibanding laba yang dilaporkan. Bahkan perusahaan yang menguntungkan dapat saja gagal untuk memperoleh uang kas yang cukup, itulah sebabnya mengapa laporan arus kas penting. Laporan arus kas membantu investor melihat apakah perusahaan mengalami kesulitan dengan uang tunai atau tidak.

Read more: http://www.investopedia.com/terms/c/cashflowstatement.asp # ixzz1zNtksYRc

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas (cash flow statements) adalah salah satu laporan keuangan triwulanan yang setiap perusahaan publik wajib ungkapkan kepada Bapepam dan masyarakat. Dokumen ini menyediakan data menyeluruh tentang arus masuk kas perusahaan yang diterima dari operasi yang sedang berlangsung maupun dari investasi oleh sumber eksternal, serta arus kas keluar untuk membayar kegiatan operasional maupun investasi selama kuartal yang bersangkutan.

Read more: http://www.investopedia.com/terms/c/cashflowstatement.asp # ixzz1zNtksYRc

Perusahaan publik cenderung menggunakan akuntansi akrual, sehingga laporan pendapatan atau laba-rugi yang dikeluarkan setiap kuartal belum tentu mencerminkan perubahan posisi kas. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan memperoleh suatu kontrak dengan nilai besar, kontrak ini akan diakui sebagai penerimaan (dan selanjutnya menjadi pendapatan), tetapi sesungguhnya perusahaan mungkin belum benar-benar menerima uang tunai dari kontrak sampai beberapa bulan kemudian. Sementara perusahaan secara akuntansi telah mendapatkan keuntungan (dan karena itu wajib membayar pajak penghasilan), sehingga perusahaan pada kuartal tersebut mungkin berakhir dengan uang kas kurang berkurang dari awal kuartal. Bahkan perusahaan yang pada periode itu memperoleh laba, bisa saja gagal untuk memperoleh cukup uang kas untuk membiayai operasi perusahaan. Oleh karena itu, laporan arus kas penting karena akan membantu investor maupun manajemen untuk melihat apakah perusahaan mengalami kesulitan kas atau tidak.

Read more: http://www.investopedia.com/terms/c/cashflowstatement.asp # ixzz1zNtksYRc

Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan (financial performance) adalah ukuran subjektif seberapa baik perusahaan dapat menggunakan aset untuk bisnis utamanya dan menghasilkan pendapatan. Istilah ini juga digunakan sebagai ukuran umum dari kesehatan keuangan secara keseluruhan perusahaan selama periode tertentu, dan dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan sejenis di dalam industri yang sama atau untuk membandingkan antar industri atau antar sektor secara umum. Banyak cara untuk mengukur kinerja keuangan tersebut, namun secara garis besar dapat dikelompokkan dalam ukuran-ukuran produktivitas, efisiensi, profitabilitas, dan leverage. Data yang digunakan dalam pengukuran kinerja lazim diambil dari komponen-komponen dalam laporan keuangan yang meliputi omset, aset, biaya, laba, dan utang dalam rincian sesuai kebutuhan.

Read more: http://www.investopedia.com/terms/f/financialperformance.asp # ixzz1zRuetpOi

Produktivitas atau Aktivitas

 

Efisiensi

 

Profitabilitas

 

Leverage

 

Keputusan-keputusan keuangan secara umum dipelajari dalam Manajemen Keuangan. Memelajari Manajemen Keuangan bisa dilakukan dalam tingkat kedalaman berbeda-beda.  Paling sederhana prinsip-prinsip manajemen keuangan dipelajari dalam Principles of Financial Management, lebih mendalam sedikit dasar-dasar manajemen keuangan dalam Basics of Financial Management. Selanjutnya pada tingkat kedalaman menengah (intermediate) manajemen keuangan lazim dipelajari dalam Keuangan Korporasi (Corporate Finance).

Dalam kurikulum sistem mayor-minor (IPB), matakuliah Manajemen Keuangan disajikan pada tingkat prinsip-prinsip. Garis-garis besar program pembelajarannya seperti berikut:

Bahan Pertemuan

ke-1: Pengantar

ke-2: Pasar Keuangan dan Suku Bunga

ke-3: Laporan dan Kinerja Keuangan

ke-4: Peramalan dan Perencanaan Keuangan

ke-5: pertemuan-5-manajemen-modal-kerja

ke-6: Manajemen Kas dan Surat Berharga

ke-7:  Time Value of Money

ke-8: UTS

ke-9: Tingkat Imbalan, Risiko dan Portfolio

ke-10: Penilaian Obligasi

ke-11: Penilaian Saham

ke-12: Penganggaran Modal

ke-13: Biaya Modal

ke-14: Struktur Permodalan

ke-15: Kebijakan Dividen

ke-16: UAS

Bahan versi dasar tahun lalu, kalau mau, masih ada yang berikut ini:

0. Pengantar pengantar

1. Tingkat Imbalan dan Risiko retrun-and-risks

2. Nilai-uang Waktu time value of money

3. Penilaian Sekuritas: obligasi dan saham

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s