Memelihara Kucing Nakal

Di rumah kami, menumpang hidup dua hewan (mau ditulis dua ekor, khawatir ada yang bertanya, “hanya ekornya?”) kucing. Satu jantan, satu betina.  Satu tua, satu muda.  Satu gak terlalu nakal, satu nakal.

Tidak sepenuhnya numpang, sebetulnya.  Sebab sejatinya kami yang membutuhkan kehadirannya.  Kami tidak menyukai kehadiran tikus-tikus.  Juga, ketika kami lalai tidak memberikan ransum, mereka juga dengan tenang, tidak protes, apalagi demo, pergi begitu saja.  Paling-paling, setelah tau kami hadir, mereka minta makan lebih menggelibet daripada biasanya.

Memelihara kucing yang kami lakukan, bila pun dapat disebut demikian, …

3 thoughts on “Memelihara Kucing Nakal

  1. hihi… sebetulnya tulisannya yang baru intro, cerita nakalnya belum, tapi sekarang malah sudah lupa rincian yang waktu itu mau jadi cerita… :-$

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s