Peran Penting Tenaga Kerja

Protest (The Dears EP)
Protest (The Dears EP) (Photo credit: Wikipedia)
Taiwan protest
Taiwan protest (Photo credit: Wikipedia)

Pada 1 Mei 2013 ini, mari rayakan #MayDay dengan renungkan kultweet Pak Mahmud Syaltout @syaltout | Sorbonnard | @Pacivis | Department of IR @FISIP_UI | PP ISNU | ÜT: -6.1985814,106.8415153 · http://amzn.to/w2GE9O |ini:

Kultweet beliau diberi judul “Rasionalisasi #MayMathDay” By @syaltout dan di-chirpified oleh jacksonpurba. Tulisan di bawah sudah saya edit agar lebih resmi dan rapi.

Apabila fungsi produksi dalam tulisan Max (Pak Syaltout menyebutnya Mbah Jenggot) dengan faktor utama disederhanakan menjadi buruh dan kapital saja, maka dapat disimbolkan menjadi f(P) = fp x f(L)^a x f(K)^b dengan f(P) merujuk ke fungsi hasil produksi secara keseluruhan. Jika fp merujuk pada total faktor produksi, menurut Pak Syaltout, Mbah Jenggot dapat ditafsirkan memberikan semacam “clue” untuk pemodelan ekonomi lebih lanjut.

Oleh karena f(L) merujuk pada fungsi alokasi buruh untuk produksi domestik, ini bisa dimodifikasi dengan f(L)x untuk negara x, dan f(K) merujuk fungsi alokasi kapital termasuk tanah yang dipakai untuk berproduksi maupun sebagai aset produksi. Nilai a dlm rumus merupakan parameter eksogen bagi f(L), termasuk upah (UMR), hak berserikat, hukum yang pro-buruh, dll. Apa yang diperjuangkan dan disuarakan oleh para buruh pada #Mayday  sebenarnya ya nilai a yg terikat dlm f(L) tersebut. Asumsi matematisnya, klo nilai delta a > 1, maka fungsi produksi suatu negara x atau f(P)x bersifat eksponensial. Ini bagus. Bahasa sederhananya, kalau serikat buruh kuat, dan buruh sejahtera, negara akan mendapat untung yang lebih besar. Secara matematis, pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh kelas pekerja, akan bersifat eksponensial. Negara jadi kuat.

Ini yang kita mau ‘kan? Namun demikian, harus diperhatikan juga f(K) dgn nilai b sebagai parameter eksogennya. Ketidakpastian hukum bagi fungsi kapital dan hal2 negatif lainnya, misalnya, akan membuat f(K) sebagai fungsi pembagi, yaitu kalau parameter eksogen f(K) negatif atau nilai b < 0. Lebih mengerikan kalau b < -1. Itu akan menjadi pembagi eksponensial. Nilai f(L) akan terus digerogoti.

Sebaliknya, kalau nilai b > 1, bgitu juga dgn nilai a > 1, maka negara menjadi sangat kuat. Namun, sering terjadi nilai a dan b itu bergeraknya berlawanan dan saling mengurangi, menghapuskan, atau bahkan meniadakan. Jika demikian, ini menjadi dilema. Kebanyakan negara akan memilih lebih pro-kapital dengan menggenjot nilai b supaya >1 dan tumbuh sebesar-besarnya. Pertumbuhan akan menjadi eksponensial berbasis kapital. Pilihan politik demikian menjadikan suatu negara secara ekonomi menjadi negara kapitalis.

Di negara kapitalis maju, yang paham logika, “represi” buruh akan dikendalikan agar tidak sampai menjadi nilai negatif – karena negara akan merugikan dirinya sendiri.  Sederhananya, negara kapitalis yang pintar ingin atau akan menjaga agar 0<a<1 atau parameter eksogen buruh tidak sampai negatif dan menjadi pembagi atau beban. Oleh karena itu tidak aneh bila serikat2 buruh di negara2 Eropa yang konon kapitalismenya kuat, buruhnya pun sejahtera. Tetapi di negara kapitalis yang bodoh, represi terhadap buruhnya bisa jadi TERLALU. Parameter eksogen buruh atau nilai a tanpa disadari menjadi negatif. Kalau hal ini terjadi, fungsi produksi atau ekonomi negara  akan terganggu. Dengan kata lain negara sedang menggali kuburannya sendiri.

Biasanya, negara kapitalis bodoh demikian, buruh akan bertindak menjadi penyelamat ekonomi negara. Revolusi menjadi keniscayaan. Menurut Pak Syaltout, logika #ArabSpring yang terjadi di Mesir, misalnya, juga mengacu  prinsip ini. Dapat dilihat bagaimana demo buruh metal di sana. Begitu juga yang terjadi di Tunisia. Sahabat2 kita para buruh di sana ingin parameter eksogen untuk buruh tidak terlalu parah atau negatif, atau menjadi beban ekonomi negara.

Singkat kata, dengan #Maymathday ini dapat ditunjukkan bahwa terlalu merepresi (gerakan) buruh itu selain gak asyik juga gak rasional karena merusak ekonomi nasional. Demikian

“Happy #Mayday all comrades!!!”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s