The New Vulnerable Class in Latin America

Bank Dunia menyebutnya kelompok “kelas rentan”/”the vulnerable class“.  Kelas ini menjembatani kesenjangan antara kelas “miskin”/”the poor” dengan “kelas menengah”/”the middle class”.  Dr Augusto de la Torre dan Dr Julián Messina, membedakan antara dua strata ekonomi di dalamnya. Yang pertama adalah kelas rentan yang berada di atas garis kemiskinan, namun masih dalam bahaya kehilangan pendapatan tambahan mereka. Yang kedua adalah kelas rentan-menengah, yang tegas di atas garis kemiskinan, dan cenderung tidak akan kehilangan pendapatan tambahan mereka.

Kelas rentan didefinisikan dengan kisaran sempit pendapatan antara US$4 sampai US$10 per hari. Meskipun kisaran pendapatan sempit, namun dalam dekade terakhir, di Amerika Latin, tempat kajian kedua peneliti, kelas ini telah berkembang dan sekarang berisi proporsi tertinggi penduduk bila dibandingkan dengan kelas ekonomi lainnya. (Fenomena sama niscaya muncul di kawasan lain dunia, namun itu adalah cerita untuk hari lain).  Grafik di bawah ini berasal langsung dari presentasi penulis ‘(untuk lebih lanjut tentang metodologi laporan, lihat publikasi di sini).

Image credit: The World Bank

Di Amerika Latin, banyak orang telah bermigrasi satu arah menuju kemakmuran. Lebih banyak orang pindah dari “miskin” menjadi “kelas menengah-rentan”, daripada di arah sebaliknya. Dalam acara yang dapat dilihat di  sini penulis menyebutkan bahwa pergeseran penduduk dari “miskin” menjadi “rentan” di Meksiko dan Brazilia, berkorelasi dengan beberapa faktor, antara lain, pertumbuhan ekonomi, meningkatnya kesempatan pendidikan bagi masyarakat miskin, peningkatan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja, peningkatan kesehatan masyarakat, dan pelaksanaan sistem bantuan tunai bersyarat. Para penulis cukup berhati-hati dalam mendefinisikan hubungan ini sebagai korelasi bukan hubungan sebab-akibat.

Dalam dunia keuangan, salah satu hubungan yang disorot oleh laporan itu antara pergerakan kelas dan bantuan tunai bersyarat (CCT). CCT adalah awal dari sebuah jaring pengaman sosial. Mereka membantu orang untuk pindah dari miskin ke kelas rentan, tetapi memiliki pengaruh yang kecil dalam menggerakkan orang ke dalam kelas penghasilan menengah.  Berlawanan dengan akuan peran keuangan mikro pada umumnya. Praktisi keuangan mikro, terutama di Amerika Latin, umumnya berpendapat bahwa peran paling efektif keuangan mikro adalah untuk membantu pekerja miskin (rentan), yaitu, mereka tepat di atas tingkat CCT ditujukan. Para penulis menyimpulkan bahwa ketika orang telah membuat migrasi dari rentan menjadi kelas menengah, mereka cenderung mengadopsi perilaku lebih konsumtif – terlibat dalam apa yang digambarkan sebagai penulis “menghapus diri dari kontrak sosial” dengan bergeser dari layanan publik menjadi pengguna alternatif layanan pribadi (pendidikan, listrik utilitas, keamanan, dll), sehingga terjadi pergeseran pola pengeluaran, alih-alih menyimpan uang lebih banyak pada saat mereka naik tangga ekonomi, orang di Amerika Latin cenderung meningkatkan belanja mereka. (Di sini, kiranya begitu jugalah adanya). Hal ini niscaya mengubah cara berpikir tentang inklusi keuangan. Ketika berpikir tentang perubahan sosial pada kelompok sasaran dari rentan ke kelas menengah, maka perlu pula dipahami motivasi, pilihan, dan tantangan yang dihadapi juga telah berubah dan menjadi lebih banyak daripada yang dihadapi kelas miskin.

Sumber (reblog):  The New Vulnerable Class in Latin America « Center for Financial Inclusion Blog.

One thought on “The New Vulnerable Class in Latin America

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s