Time Value of Money

Proses keuangan yang realisasinya membutuhkan waktu, menghadapi risiko, serta menyerap biaya dan beban untuk menghilangkan risiko tersebut, berimplikasi munculnya konsep nilai uang atas waktu (time value of money).  Sebagai contoh, suatu rumah tangga, perusahaan, atau pemerintah yang memiliki tabungan atau harta benda yang penggunaan atau konsumsinya masih dalam waktu yang akan datang, dituntut untuk memutar hartanya tersebut agar tidak mengendap atau membeku dan merugikan perekonomian. Dengan mempertimbangkan risiko, waktu dan tujuan keuangan masa depan dari tyabungannya tersebut, masyarakat dapat memilih cara berinvestasi yang sesuai.  Jika tujuan keuangan dari tabungannya masih jauh, dapatlah dipilih investasi jangka panjang, dan bila tujuan keuangan dari tabungannya sudah dekat, dapatlah dipilih investasi jangka pendek.  Untuk membenamkan tabungannya dalam jangka waktu panjang, mengingat akumulasi risiko dan biaya dan beban untuk menghilangkannya dalam jangka panjang lebih besar, maka wajarlah bila penanam investasi tersebut mensyaratkan tingkat imbalan lebih besar sebagai kompensasinya bila dibandingkan dengan yang berinvestasi dalam jangka pendek. Demikian pula lembaga keuangan, atau khususnya bank yang menjadi perantara (atau makelar) keuangan, yang mentransformasi investasi dana masyarakat dalam bentuk giro, tabungan dan deposito yang berjangka pendek, menjadi kredit yang berjangka panjang, maka wajar bank mensyaratkan tingkat imbalan sesuai waktu, risiko, biaya dan beban yang ditanggungnya.  Konsep nilai uang atas waktu yang kemudian berkembang menjadi unsur esensial dalam penilaian keuangan sebagai tingkat imbalan yang disyaratkan, tidaklah berhubungan dengan penundaan pembayaran kredit dalam perdagangan yang transaksinya gagal bayar atau pun karena transaksinya mengguinakan uang kertas yang tidak lagi memiliki kolateral aset real berupa emas. Konsep nilai uang atas waktu sebagai tingkat imbalan yang disyaratkan semata merupakan harga atas risiko karena transaksi melalui proses antar-waktu.

Konsep nilai uang atas waktu diformulasi atas gagasan bahwa harta-benda yang dinilai dalam nilai uang nominal yang sama pada saat yang akan datang, bernilai lebih kecil bila dinilai dengan nominal uang yang sama pada saat ini. Penyebabnya adalah kapasitas produktifnya yang boleh jadi menurun serta risiko yang timbul bersama berkepanjangannya waktu. Setiap rupiah nilai uang sekarang dari harta benda tabungan yang diinvestasikan untuk dikembalikan pada waktu yang akan datang mempersyaratkan tingkat imbalan tertentu yang akan menyamakan nilai nominalnya yang akan datang dengan nilai tunainya sekarang.  Sebaliknya, untuk menilai suatu nilai uang nominal yang akan datang dapat digunakan tingkat imbalan yang dipersyaratkan tersebut sebagai pemotong nilai atau diskonto terhadap nilai nominal yang akan datang tersebut agar nilainya setara dengan nilai nominalnya sekarang. Penerapan konsep nilai uang atas waktu tersebut adalah penilaian keuangan menggunakan metoda “nilai diskonto ” yang akan memotong nilai uang yang akan datang menjadi setara nilai uang sekarang, atau “nilai kompoun” untuk mengestimasi nilai di masa yang akan datang yang sama dengan nilai tunainya sekarang.

Read more: http://www.investopedia.com/terms/t/timevalueofmoney.asp # ixzz1zRoeBYUs

Untuk memahami hal di atas, dibutuhkan pemahaman mengenai uang dan konsep nilai intrinsik. Pernah mendengar seseorang menjelaskan bahwa uang kertas tidak memiliki nilai intrinsik? Percaya? Dan seseorang itu gurumu? Coba saja uang kertas itu kamu sobek-sobek, masih ada harganya tidak? Bedakan dengan uang emas, meskipun dilebur dan tidak lagi menjadi uang, nilainya tetap sama. Tentu saja konsep nilai intrinsik tidak senaif itu. Untuk jaman sekarang, bagaimana dengan uang digital? Kartu plastik? Tidak punya nilai intrinsik karena hanya berupa bit-bit data?  Uang imajiner sekali pun memiliki nilai intrinsik jika masih memiliki daya beli. Itu konsep dasarnya.

 

Budi Purwanto. Bogor. Juli 2012.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s