Agribusiness

Bertani merupakan suatu cara dan kebiasaan dan yang telah berkembang menjadi kebudayaan atau bahkan peradaban, yakni budaya-tani (agriculture). Bertani tidak lagi sekadar cara MENANAM dan MEMELIHARA tumbuhan dan hewan. Budayatani merupakan peradaban “baru” yang oleh Alvin Toffler (1980) disebut sebagai Peradaban Gelombang Pertama, menggantikan peradaban awal berkehidupan, yakni meramu (atau memungut) hasil dari hutan dalam peradaban rimba. Peradaban gelombang pertama telah menjadikan kehidupan masyarakat menjadi lebih efisien, meski di sisi lain berimplikasi biaya korbanan berupa terkikisnya peradaban rimba (forestry). Peradaban rimba tersingkir seiring menyebarnya budaya tani ke seluruh masyarakat. Tapi tunggu, kerusakan peradaban rimba apakah disebabkan gelombang peradaban pertanian?  Kiranya jelas, tidak! Rimba rusak disebabkan pengingkaran atas filosofi meramu yang mestinya hanya memungut hasil, tetapi keserakahan telah membuat budaya kehutanan telah bertindak berlebihan dengan “menyembelih angsa bertelor emas” yang dimiliki, yakni membabat hutan. Hutan dibabat bukan terutama dengan alasan untuk mengembangkan pertanian, tetapi lebih karena keserakahan.

Ikhtisar peradaban, dengan demikian:  Rimba >> Pertanian >> Industri >> Internet ….  Lalu di mana Agribusiness ?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s