Jangan sisakan uang, menabunglah! Selamatkan!

Suruh nabung tapi jangan sisakan uang? Gak salah tu judul? Gak kontradiktif!?

Sama sekali tidak! Tidak salah dan tidak kontradiktif! Yang salah justru kebiasaan menabung dengan cara menyisakan uang. Tabungan dianggap sebagai sisa dari konsumsi — dan begitulah ilmu ekonomi mengajarkan.  Akibatnya, tabungan yang diharapkan berasal dari sisa pendapatan yang tidak dikonsumsi itu, dalam praktek muskil terjadi.

Menabung yang sukses dilakukan bukan dengan menyisakan uang, melainkan dengan MENYELAMATKAN uang dari pendapatan sebelum dikonsumsi. Dalam bahasa Inggrispun disebut sebagai SAVING atau PENYELAMATAN. Uang tabungan haruslah merupakan uang yang DISELAMATKAN sebelum dikonsumsi!

Satu lagi, menabung yang sukses perlu TUJUAN yang jelas: “Untuk apa?”!  Menabung atau menyelamatkan uang harus mempunyai tujuan.  Misalnya untuk “naik haji”, menyekolahkan anak, memiliki rumah atau kendaraaan atau untuk memulai usaha.  Tujuan dan sasaran menabung telah lebih jelas, dan bahkan berapa kira-kira besar tabungan tersebut. Setelah tujuan dan sasarannya jelas, baru perencanaan berapa cicilan harus dibuat yang harus disesuaikan dengan target waktu dan kemampuan.  Jadi, menabung merupakan kegiatan terencana yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Bukan menyisakan!

Demikianmlah! Selamat menabung!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s